Ribuan Lansia di Pangandaran Tak Lagi Menerima Program Permakanan dari Kemensos

Ribuan lansia di Pangandaran kini tidak menerima Program Permakanan Lansia dari Kemensos. Foto: Ilustrasi AI

Ada 1.170 orang lansia di Kabupaten Pangandaran yang menerima Program Permakanan Lansia dari Kemensos. Kriteria penerimanya lansia 75 tahun keatas, dan masuk kategori miskin dalam DTKS.

Pangandaran, faktaperistiwanews.co.id – Program Permakanan Lansia dari Kemensos (Kementerian Sosial) sudah berhenti sejak Desember tahun 2025 lalu. Ribuan lansia di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini tidak lagi menerima manfaat tersebut.

Kabarnya, program pemerintah itu akan bertransformasi seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dikelola oleh SPPG. Namun hal itu belum terealisasikan.

Staf Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pangandaran, Wiragita Arifni Matahari mengatakan, Program Permakanan dari Kemensos dimulai sejak 2022 lalu. Tetapi sudah terhenti pada Desember 2025.

Bacaan Lainnya
“Itu memang program dari Kementerian Sosial. Kita dari Dinsos hanya monitoring dan evaluasi. Memang sempat ada wacana bahwa (program Permakanan Lansia) akan dimasukan ke dapur SPPG. Jadi lansia ini nantinya didaftarkan ke SPPG,” katanya belum lama ini.

Namun hingga saat ini, wacana tersebut belum ada kejelasan dari Kementerian Sosial RI. “Mungkin perlu ada penggodokan petunjuk teknis yang baru,” tambahnya.

Sebelumnya, melalui Program Permakanan para lansia mendapatkan makanan satu kali sehari, yakni dua paket makanan untuk pagi dan siang hari. “Satu paketnya Rp 15 ribu, berisi sayur, dua lauk, sama air mineral,” Wira.

Ia menyebut, terakhir ada 1.170 orang lansia di Kabupaten Pangandaran yang menerima Program Permakanan Lansia dari Kemensos. Kriteria penerimanya lansia 75 tahun keatas, dan masuk kategori miskin dalam DTKS.

Wira menambahkan, lansia penerima program tersebut yang memang benar-benar tunggal. Dalam artian tidak ada keluarga lagi, diurus oleh desa dan masyarakat sekitar.

“Waktu ada Program Permakanan itu dibantu juga sama pendamping desa. Jadi lansia yang tunggal itu di-notice agar dibantu oleh desa dan masyarakat,” jelasnya. nurpad***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *