INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID — Tabur bunga mungkin hanya berlangsung sejenak, namun di balik setiap helai bunga yang terhampar di atas pusara, tersimpan rekam sejarah panjang tentang pengorbanan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa.
Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, prajurit Kodim 0616/Indramayu menggelar Upacara Ziarah Nasional dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Ayu, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Karanganyar, Indramayu, Jumat (2/10/2026).
Prosesi khidmat yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Dandim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., serta diikuti oleh personel Kodim 0616/Indramayu, prajurit Brigif TP 34/Cakra Buana, Subdenpom III/3-3 Indramayu, PNS Kodim, hingga jajaran Persit KCK Cabang XXVII.
Refleksi Nilai Patriotisme dan Pengabdian Prajurit TNI
Upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, serta peletakan karangan bunga di Tugu Pahlawan oleh Letkol Arm Tulus Widodo, sebelum dilanjutkan dengan tabur bunga di atas pusara para pejuang.
Dandim 0616/Indramayu menegaskan bahwa ziarah nasional ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momen penting untuk meresapi kembali akar nilai pengabdian prajurit.
“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kita kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah melanjutkan perjuangan tersebut melalui pengabdian terbaik sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” tegas Letkol Arm Tulus Widodo, Jumat (2/10/2026).
Menjaga Kepercayaan Rakyat Melalui Tugas Nyata
Ia menambahkan, nilai-nilai patriotisme, persatuan, dan keikhlasan bertugas harus terus diimplementasikan seluruh prajurit dalam kehidupan sehari-hari maupun penugasan di lapangan.
Momentum peringatan HUT ke-81 TNI diharapkan semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat serta memperkuat komitmen prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Bunga yang ditaburkan di pusara TMP Dharma Ayu pagi itu kelak akan layu, namun nama-nama pejuang yang terukir menjadi pengingat abadi bahwa kemerdekaan Indonesia dibayar dengan pengorbanan yang tak ternilai. (Nurpad/Red)

























