Kecanduan Game Online Hingga Seminggu Bolos Sekolah, Siswa SMP di Indramayu Didatangi Polisi dan Pihak Sekolah

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Akibat kecanduan bermain game online hingga larut malam, seorang pelajar kelas IX SMPN 1 Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, nekat tidak masuk sekolah selama satu pekan penuh.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah khawatir dan mengambil langkah persuasif dengan menggandeng jajaran Polsek Kedokanbunder serta Pemerintah Desa setempat untuk mendatangi langsung rumah siswa tersebut pada Sabtu (07/11/2026).

Bhabinkamtibmas Desa Kedokanbunder, Aipda Ismantoro, menjelaskan bahwa aksi membolos sekolah tersebut murni dipicu oleh kebiasaan buruk sang pelajar yang bermain game hingga larut malam, bukan akibat tindakan perundungan (bullying).

“Alasan membolos selama sepekan murni karena kecanduan bermain gim online hingga larut malam dan kerap bangun kesiangan. Kami pastikan ini bukan akibat perundungan,” ujar Aipda Ismantoro saat ditemui di Desa Kedokanbunder, Sabtu (07/11/2026).

Bacaan Lainnya

Tinggal Sendiri Tanpa Pengawasan Orang Tua

Dari hasil penelusuran di lapangan, terungkap bahwa pelajar tersebut selama ini tinggal sendirian di rumah. Ibunya saat ini tengah mengadu nasib sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, sementara sang ayah merantau mencari nafkah di Jakarta.

Minimnya pengawasan harian dari orang tua kandung disinyalir menjadi penyebab utama siswa tersebut kebablasan bermain game online tanpa kendali waktu.

“Sebenarnya nenek dan bibinya tinggal tidak jauh dari lokasi, tetapi tidak satu rumah. Akibatnya, pelajar ini kurang pengawasan langsung dan tidak ada yang mengingatkan untuk bersiap sekolah di pagi hari,” ungkap Ismantoro.

Petugas Bhabinkamtibmas bersama perwakilan SMPN 1 Kedokanbunder dan pamong desa mendatangi rumah siswa dan disambut oleh pihak keluarga. Petugas memberikan edukasi serta dorongan moral mengenai krusialnya pendidikan bagi masa depan anak.

Janji Kembali Sekolah dan Komitmen Keluarga

Dalam pertemuan kekeluargaan tersebut, bibi dari siswa yang bersangkutan menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan pengawasan, membatasi penggunaan gawai di malam hari, serta memastikan keponakannya bangun pagi untuk berangkat sekolah.

Siswa yang bersangkutan pun menyadari kesalahannya dan berjanji akan kembali beraktivitas di sekolah mulai pekan depan.

“Alhamdulillah, yang bersangkutan telah berjanji untuk kembali masuk sekolah dan tidak lagi bermain game hingga larut malam. Pihak kepolisian juga sudah menitipkan nomor kontak kepada keluarga agar komunikasi dan pemantauan bisa terus berjalan jika ada kendala,” pungkas Aipda Ismantoro. (Nurpad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *