Hari Buku Sedunia 2026: Merayakan Kekuatan Literasi di Tengah Gempuran Digital

Jakarta, 23 April 2026 – Masyarakat dunia hari ini kembali memperingati Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia yang jatuh setiap tanggal 23 April. Peringatan tahunan yang diinisiasi oleh UNESCO ini menjadi momentum global untuk meningkatkan minat baca, mendukung industri penerbitan, serta melindungi hak cipta para penulis di seluruh dunia.

Sejarah pemilihan tanggal 23 April sendiri bukanlah tanpa alasan. Tanggal ini merupakan hari penghormatan bagi sastrawan besar dunia seperti William Shakespeare dan Miguel de Cervantes yang wafat pada tanggal yang sama di tahun 1616. Sejak ditetapkan pertama kali pada tahun 1995, World Book Day telah menjadi gerakan masif yang melibatkan jutaan orang di lebih dari 100 negara.

Menghidupkan Budaya Baca di Era Digital
Tantangan literasi di tahun 2026 semakin kompleks dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan informasi daring. Namun, buku tetap dianggap sebagai instrumen tak tergantikan dalam mendidik dan menginspirasi. Sebagaimana dilansir dari laman Telkom University Jakarta, buku berperan sebagai “jembatan” yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Di Indonesia, berbagai komunitas literasi dan perpustakaan daerah turut memeriahkan hari ini dengan beragam kegiatan, mulai dari pameran buku, diskusi penulis, hingga kampanye membaca massal di ruang publik.

Bacaan Lainnya

Ibu Kota Buku Dunia 2026
Tahun ini, perhatian dunia tertuju pada kota yang terpilih sebagai World Book Capital 2026. Sebagai informasi tambahan, pada tahun 2025 lalu, UNESCO menetapkan Rio de Janeiro, Brasil sebagai Ibu Kota Buku Dunia dengan tema “Read Your Way” yang mengajak masyarakat membaca sesuai gaya masing-masing.

Cara Sederhana Merayakan Hari Buku
Siapa pun bisa berpartisipasi dalam peringatan ini melalui cara-cara sederhana namun bermakna:

  • Membaca ulang buku favorit atau memulai buku baru yang selama ini tertunda.
  • Mendonasikan buku ke perpustakaan atau komunitas yang membutuhkan.
  • Membeli buku asli sebagai bentuk dukungan nyata terhadap hak cipta dan kesejahteraan penulis.

Selamat Hari Buku Sedunia! Mari jadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup untuk memperluas wawasan dan memperkuat peradaban.

Nurpad***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *