Berdayakan Eks TKW, BAZMA Pertamina Kilang Balongan Gelar Pelatihan Tempe Pacu Ekonomi Desa Rawadalem

BALONGAN, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Baituzzakah Pertamina (BAZMA) Refinery Unit VI Balongan mengambil langkah nyata mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiralodra, BAZMA menggelar Pelatihan Pembuatan Tempe Skala Rumahan bagi kelompok ibu-ibu mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Program pemberdayaan ini dirancang khusus untuk membuka peluang usaha baru, sekaligus menekan angka ketergantungan warga terhadap lapangan kerja di luar negeri.

Mewakili pengurus BAZMA Kilang Balongan, Faisal, menjelaskan bahwa industri tempe rumahan dipilih karena memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi. Selain bahan baku yang melimpah dan mudah didapat, proses produksinya sangat ramah untuk skala domestik dengan daya serap pasar harian yang stabil di masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan komitmen berkelanjutan kami di bidang pemberdayaan ekonomi. Kami berharap keterampilan taktis ini memicu minat wirausaha baru, sehingga para ibu dapat mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan keluarga untuk bekerja jauh,” ujar Faisal, Kamis (30/7/2026).

Bacaan Lainnya

Transformasi Potensi Desa dan Dukungan Pemerintah Lokal

Inisiatif BAZMA ini disambut hangat oleh Pemerintah Desa Rawadalem. Nurcholis, yang hadir mewakili Kepala Desa, mengakui bahwa mayoritas warganya selama ini masih mengandalkan mata pencaharian sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kondisi tersebut membuat roda perekonomian mikro dan potensi UMKM lokal di desa belum tergarap optimal.

“Kami mengapresiasi penuh inisiatif BAZMA Pertamina. Pelatihan ini membuka mata warga bahwa ada peluang bisnis menjanjikan yang bisa ditekuni langsung dari rumah. Ini motivasi besar bagi kemajuan desa kami,” tutur Nurcholis.

Praktik Pembuatan Tempe Bersama Praktisi Usaha

Dalam pelatihan ini, BAZMA Kilang Balongan menghadirkan dua pengusaha tempe rumahan berpengalaman, yakni Abdul Goni Ghozali sebagai pemateri dan Arifin sebagai instruktur praktik.

Para peserta dibimbing secara langsung melewati seluruh tahapan produksi:

  • Pemilihan Kedelai & Higienitas: Teknik memilih bahan berkualitas, pencucian, hingga sterilisasi peralatan.

  • Pengolahan Bahan: Proses perendaman, perebusan, pengupasan kulit arsir, dan ketepatan takaran ragi.

  • Fermentasi & Pengemasan: Pengaturan kondisi penyimpanan yang pas agar menghasilkan tempe berkualitas tinggi.

Tati, salah satu peserta eks TKW, menuturkan rasa bahagianya mengikuti pelatihan ini. Ia berharap dapat segera merintis usaha mandiri untuk menyokong perekonomian keluarga sekaligus memenuhi gizi harian.

BAZMA Hadir Sebagai Penggerak Kesejahteraan Warga

Secara terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan, Nurhidayanto, turut mengapresiasi langkah inovatif BAZMA dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan masyarakat sekitar.

“Pelatihan ini memberikan bekal praktis bagi masyarakat untuk memulai usaha dari skala rumah tangga. Kami berharap keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan serta mendorong tumbuhnya pelaku usaha baru di Desa Rawadalem,” ungkap Nurhidayanto.

Nurhidayanto menegaskan bahwa aksi pemberdayaan ini membuktikan BAZMA Pertamina Kilang Balongan tidak sekadar menjadi lembaga penyalur zakat pekerja, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar area operasional. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *