Jakarta, Faktapersitiwanews.co.id – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan komitmen memperkuat pembinaan pelaku usaha mikro kecil menengah.
Program ini ditujukan membantu UMKM memenuhi standar keamanan produk pangan, kosmetik, dan obat tradisional.
Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mempermudah para UMKM.
Taruna Ikrar mengatakan, UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional atau bisa dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Ia menjelaskan, berdasarkan data pemerintah, jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai sekitar 60,5 juta pelaku usaha.

“UMKM berkontribusi sekitar 61,9 persen terhadap ekonomi nasional. Nilai ini menunjukkan peran UMKM sangat besar bagi perekonomian Indonesia,” ujar Taruna saat memberikan Keynote Speaker dalam kegiatan ‘Workshop UMKM Paham Uji: Wujudkan Produk Aman dan Berkualitas untuk Negeri’ sekaligus ‘Launching Buku Saku UMKM’ di Kantor BPOM RI (10/03/2026).
Ia rmenjelaskan, sebagian besar UMKM tersebut bergerak di berbagai sektor produksi. Termasuk pangan olahan, kosmetik, obat tradisional, suplemen kesehatan, hingga obat yang dijual di apotek.
BPOM mencatat terdapat sekitar 4,2 juta UMKM di sektor yang terkait langsung dengan pengawasan lembaga tersebut. Namun baru sekitar 1,7 juta UMKM yang telah mendapatkan layanan dari BPOM.
“Artinya masih ada lebih dari tiga juta UMKM yang belum tersentuh layanan BPOM. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk membantu mereka,” katanya.
Ia juga menegaskan BPOM tidak akan menurunkan standar keamanan produk demi mempercepat perizinan.
Hal itu karena produk UMKM maupun industri besar sama-sama dikonsumsi masyarakat.“Standar keamanan tidak boleh diturunkan. Produk UMKM maupun industri besar sama-sama dikonsumsi manusia,” ujarnya.
Karena itu, kata Taruna, BPOM akan memperkuat program pembinaan dan asistensi bagi pelaku usaha. Langkah ini dilakukan bersama kementerian terkait serta pelaku industri menengah dan besar.
“Badan POM bersama kementerian dan industri akan turun langsung melakukan pembinaan. Kami ingin membantu UMKM agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan,” ungkap Taruna.
Pada kesempatan yang sama, turut memberikan laporan kegiatan, Mimin Jiwo Winarti, selaku Kepala Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional yang menyampaikan beberapa tujuan penting kegiatan.
“Adapun tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman UMKM tentang pentingnya pengujian laboratorium dalam menjamin kualitas dan pengamanan produk, membekali UMKM dengan kemampuan memahami hasil pengujian laboratorium, mengedukasi UMKM agar memahami jenis pengujian produk yang berlaku,” jelas Mimin.
Selain memberikan laporan kegiatan, Mimin juga menjadi pemateri ‘Workshop: UMKM Paham Uji’ bersama dua pemateri lainnya, yaitu Imelda Ester Riana dan Sintia Ramadhani.
Dengan adanya kegiatan ini, semoga bisa menjadi sarana publikasi prestasi BPOM yang mendukung usaha mikro, sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional dan berperan penting didalam produk penyediaan masyarakat.
(Nurpad/Red)
























