Bandung, Faktaperistiwanews.co.id – Pengawasan rutin, Sektor 22 Citarum Harum Sub 7 pengecekan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) PT. Meprofarm (industri farmasi) yang berada di Jl. Soekarno Hatta No. 789 Bandung. Kamis, 9 Januari 2025.
Giat secara langsung dipimpin oleh Serma Hengky selaku Komandan Sub 7, serta didampingi oleh anggota, lakukan pengecekan area Ipal perusahaan tersebut.
Kehadirannya disambut baik oleh perwakilan perusahaan, Serma Hengky pun mencoba berkomunikasi meminta data perihal pengelolaan limbah yang dihasilkan perusahaan tersebut.
Didapati data sebagai berikut, bahwa PT. Meprofam sudah berdiri sejak tahun 1974 dengan memperkerjakan sebanyak 587 karyawan, berlaku sebagai pimpinan perusahaan adalah Bapak Erik Darius W.
Dari hasil komunikasi dengan pengelola, guna memastikan perusahaan tersebut tidak menggelontorkan limbah sebelum pengolahan ke sungai, maka Sub 7 lakukan pengecekan ke area Ipal.
Hasil pengecekan Serma Hengky mengatakan, Perusahaan ini sudah memiliki bak Ipal akan tetapi pengelolaannya masih belum maksimal, setelah kami ambil sample air limbahnya, pH nya ada di angka 6, warna air kuning namun tidak berbau, suhu masih normal, tidak berbusa.
“Selaku Satgas tentunya kami harus berikan arahan, agar dalam pengelolaan limbah dilakukan dengan baik sesuai dengan aturan dan air yang dikeluarkan sudah memenuhi standar baku mutu,” ujarnya.
Dilanjutkannya, kami ingatkan, agar dapat m maksimalkan fungsi Ipal serta memperbaiki sistem filterisasi pada Ipal agar air limbah yang dihasilkan bening, juga agar selalu menjaga kebersihan disekitar Ipal dengan tujuan guna mempermudah perawatan.
“Kegiatan berjalan dengan kondusif, pelaku usaha juga kooperatif, arahan dari kami akan segera dilaksanakan, dan kami juga akan lakukan pengecekan kembali, bila mana masih tidak ada perubahan maka kami akan tindak lanjut bersama tim Gakkum Satgas Citarum Harum,” ujar Hengky tutup penjelasannya.
Redaksi***

























