Kakek Asal Sliyeg Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Pabeanudik Indramayu, Diduga Serangan Jantung

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID — Warga Desa Pabeanudik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan mayat seorang kakek yang tergeletak di pinggir jalan pada Rabu (30/9/2026) sekira pukul 08.15 WIB.

Korban diketahui bernama Casman (66), seorang warga asal Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Kapolres Indramayu melalui Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengonfirmasi penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang melintas.

“Warga yang menemukan korban dalam kondisi tergeletak langsung melapor ke pengurus RT dan RW setempat. Saat dicek di lokasi, korban dalam posisi tengkurap dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan,” ujar AKP Tarno saat memberikan keterangan di Mapolres Indramayu, Rabu (30/9/2026).

Bacaan Lainnya

Pemeriksaan Medis: Tidak Ada Indikasi Kekerasan

Menerima laporan dari warga, petugas Polsek Indramayu bersama Tim Inafis Polres Indramayu dan tenaga medis dari Puskesmas Margadadi segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Margadadi, korban diperkirakan telah meninggal dunia kurang dari dua jam sebelum ditemukan.

  • Penyebab Kematian: Diduga kuat akibat serangan jantung mendadak.

  • Tanda Kekerasan: Tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban.

  • Barang Bukti Ditemukan: Petugas mengamankan sejumlah barang milik korban di lokasi, seperti sepasang sandal jepit dan sebuah kopiah.

“Setelah pemeriksaan awal di TKP selesai, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk penanganan lebih lanjut,” tambah Tarno.

Riwayat Pergi dari Rumah dan Penolakan Autopsi

Petugas kepolisian kemudian bergerak cepat menghubungi pihak keluarga korban di Kecamatan Sliyeg. Dari keterangan keluarga, diketahui bahwa Casman telah meninggalkan rumah sendirian sejak Minggu (27/9/2026) sekira pukul 18.00 WIB.

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa korban memang memiliki riwayat sering bepergian keluar rumah tanpa pamit. Bahkan, sebelumnya korban pernah ditemukan hingga ke luar wilayah Kabupaten Indramayu sebelum akhirnya dijemput kembali oleh keluarga.

Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan tindakan autopsi. Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan secara layak. (Nurpad/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *