Jaringan Narkoba Terbongkar: Tiga Tersangka Dikendalikan dari dalam Tembok Penjara

0
22

Tanjungpinang, Faktaperistiwanews.co.id – Satuan Reserse Narkoba Polresta Tanjungpinang berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba berkat laporan dari masyarakat. Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Heribertus Ompusunggu, mengumumkan keberhasilan ini dalam konferensi pers pada Senin, 8 Juli 2024.

Penyelidikan awal mengarah pada penangkapan tersangka berinisial IJ. Dari tangan tersangka, polisi menyita narkotika jenis sabu seberat 0,89 gram. Barang bukti lain yang ditemukan meliputi satu kotak rokok, satu unit handphone, satu jaket hijau, satu gunting, satu mancis gas, serta seperangkat alat hisap dan timbangan digital.

Informasi yang diperoleh dari tersangka IJ kemudian dikembangkan lebih lanjut, hingga polisi berhasil menangkap tersangka lain berinisial HE. Dari HE, polisi mengamankan sabu seberat 74,98 gram, bersama barang bukti lain berupa satu timbangan digital, satu bundel plastik bening, satu gunting, dua sendok, dan satu unit handphone.

Tidak berhenti di situ, penyelidikan terus berlanjut dan membawa polisi ke tersangka ketiga, berinisial SM. Dari penangkapan ini, polisi mengamankan sabu seberat 158,17 gram. Barang bukti tambahan yang ditemukan meliputi tiga tiket pesawat Lion Air, satu tiket pesawat Batik Air, dan dua tiket pesawat Garuda Indonesia. Total keseluruhan sabu yang disita dari ketiga tersangka mencapai 234,04 gram.

Tersangka SM, seorang residivis, mengaku mendapat upah sebesar 10 juta rupiah untuk mengedarkan sabu tersebut. SM ditangkap di bandara dengan barang bukti yang disembunyikan dalam pakaian dalam yang dilakban. Berdasarkan pengakuan SM, sabu tersebut diperoleh dari HY, seorang narapidana di Lapas Kelas II A Tanjungpinang yang kini menjalani hukuman seumur hidup.

Maman Herwaman, membenarkan bahwa HY merupakan narapidana di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang. HY adalah pindahan dari Lapas Batam dan diketahui sebagai pengendali jaringan narkoba dari dalam penjara.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman yang dihadapi adalah minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara, serta denda hingga 10 miliar rupiah.

Reporter: Leni H**

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini