Hapus Stigma Non-Skilled, Bupati Lucky Hakim Buka Pelatihan Bahasa Jepang bagi CPMI Indramayu

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Kabupaten Indramayu terus berbenah mengikis stigma daerah pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-skilled dan rawan terjebak jalur nonprosedural.

Sebagai langkah terobosan, Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi membuka program Pelatihan Bahasa Jepang bagi ratusan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Senin (10/8/2026).

Program ini menjadi ajang pembekalan intensif sebelum para peserta mengikuti seleksi program pemagangan luar negeri hasil kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dengan International Manpower Development Organization (IM Japan).

Membangun Benteng Kompetensi dan Mentalitas Kerja

Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa untuk mengubah nasib pekerja migran tidak cukup hanya mengandalkan niat, melainkan harus dibentengi dengan keterampilan konkret dan bahasa yang mumpuni.

Bacaan Lainnya

“Jangan cepat puas. Terus belajar, tingkatkan kemampuan bahasa, serta jaga kedisiplinan dan etos kerja. Ini modal utama kalian untuk bersaing dan sukses di negeri orang,” tegas Lucky Hakim saat menyerahkan kit pelatihan secara simbolis.

Pemkab Indramayu berkomitmen memperluas akses pelatihan vokasi agar generasi muda daerah dapat bersaing di pasar kerja global secara aman, legal, dan bermartabat.

Tahapan Seleksi Ketat Tanpa Jalan Pintas

Penguatan kapasitas CPMI ini didukung penuh oleh Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Seluruh Indonesia (ALPA Indonesia). Ketua Umum DPP ALPA Indonesia, Rawin, mengungkapkan para peserta yang masuk tahap pembekalan ini telah melewati penyaringan ketat.

Seleksi bertahap meliputi tes matematika dasar, psikotes, kesamaptaan fisik, hingga wawancara. Peserta dipersiapkan secara matang sebelum mengikuti tahap seleksi nasional di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi.

“Goal utamanya adalah membentuk mental, fisik, dan kemampuan bahasa yang matang agar seluruh peserta asal Indramayu ini lulus seleksi di BBPVP Bekasi,” jelas Rawin.

Dorong Tempat Seleksi Mandiri Hadir di Indramayu

Untuk meringankan beban biaya logistik peserta daerah, Kepala Disnaker Indramayu, Endang Ismiati, beserta jajaran telah mengajukan permohonan resmi kepada Kemenaker agar Indramayu dijadikan lokasi seleksi mandiri pemagangan IM Japan mulai tahun depan.

Sinergi antara Pemkab Indramayu, ALPA Indonesia, dan Kemenaker ini menandai babak baru transformasi ketenagakerjaan daerah: mencetak pekerja migran terampil, terlindungi, dan berdaya saing tinggi. Kamis (13/08/2026).

(Nurpad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *