INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID — Bupati Indramayu, Lucky Hakim, secara resmi melepas ekspor perdana produk Coir Shade buatan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menuju Spanyol pada Senin (28/9/2026).
Produk berupa jaring peneduh alami tersebut dibuat dari 100% serat atau serabut kelapa yang dipintal dan dianyam secara presisi. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas program pemasyarakatan dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif berdaya saing global.
Bupati Lucky Hakim: Kualitas Produk Terbukti di Pasar Internasional
Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. Menurutnya, kemampuan menembus pasar Eropa membuktikan bahwa proses pembinaan di Lapas Indramayu tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga menghasilkan produk yang bernilai ekonomi tinggi.
“Ini salah satu hasil yang sangat membanggakan. Dari serabut kelapa dipintal menjadi Coir Shade, dan terbukti tembus ke pasar internasional dengan tujuan Spanyol. Artinya ini sudah teruji (proven), ada kinerja, performa, dan output yang nyata,” ujar Lucky Hakim saat acara pelepasan.
Bagian dari Program Asta Cita Kemenimipas
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, menjelaskan bahwa pada pengiriman perdana ini, sebanyak 510 unit Coir Shade diberangkatkan ke Spanyol.
Langkah ini merupakan implementasi dari program Asta Cita Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
15 Program Aksi: Mencakup sektor ketahanan pangan hingga penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pemberdayaan Ekonomi: Mendorong unit usaha di dalam lembaga pemasyarakatan agar mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Sinergitas Antarlembaga: Terjalin berkat koordinasi berkesinambungan antara pihak Lapas, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan unsur Forkopimda.
“Ekspor hari ini merupakan bagian dari peningkatan UMKM. Kegiatan ini dipastikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta mengangkat potensi daerah Kabupaten Indramayu,” ungkap Aramichi.
Mendorong Kemandirian Warga Binaan
Keberhasilan mengirimkan 510 unit Coir Shade ke Spanyol menjadi tolok ukur baru bagi program pembinaan kemandirian di Lapas Indramayu.
Melalui pelatihan terstruktur, warga binaan diharapkan tidak hanya memiliki keahlian selama menjalani masa hukuman, tetapi juga siap menjadi wirausahawan yang mandiri dan berdaya saing setelah kembali ke tengah masyarakat. (Nurpad/Red)




















