Dua Desa Terdampak Gas Pertamina EP di Tukdana Indramayu Keluhkan Bau Menyengat, Bantuan Logistik Sempat Ricuh

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID — Keresahan warga akibat keluarnya paparan gas dari area operasional Pertamina EP di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, kian meluas. Selain Desa Sukaperna, warga di Desa Pagedangan kini turut merasakan dampak bau gas menyengat serta suara gemuruh kencang saat malam hari.

Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Tukdana, total masyarakat terdampak di area evakuasi mencapai 808 jiwa (117 KK). Angka ini meliputi warga dari tiga wilayah Rukun Tetangga (RT), yakni RT 01 (163 jiwa), RT 02 (301 jiwa), dan RT 07 (344 jiwa).

Bantuan Nasi Kotak Kurang, Pembagian Konsumsi Sempat Ricuh

Di tengah proses evakuasi warga yang dipusatkan di Masjid Pagedangan, penyaluran bantuan logistik berupa konsumsi dari pihak Pertamina EP dinilai jauh dari kata cukup.

Dari total 808 jiwa terdampak yang terevakuasi dan membutuhkan bantuan makanan, pihak Pertamina disebut hanya menurunkan sekitar 130 kotak nasi. Ketimpangan jumlah bantuan tersebut sempat memicu kegaduhan di lokasi pengungsian.

Bacaan Lainnya

“Semalam suara gasnya kencang banget, dan paginya bau gas menyengat. Kami minta bantuan konsumsi sebanding dengan jumlah warga terdampak, tapi yang datang cuma 130 kotak nasi sampai sempat timbul keributan,” ujar salah seorang warga terdampak, Kamis (1/10/2026).

Camat Tukdana: Kami Sudah Koordinasikan ke Pertamina

Camat Tukdana, Heka Sugara, membenarkan adanya kendala dalam penyaluran logistik tersebut. Pihaknya bersama Pemerintah Desa Pagedangan dan Desa Sukaperna telah memfasilitasi lokasi evakuasi serta berkoordinasi dengan tim medis Pertamina untuk penanganan kesehatan warga di dua titik (lokasi sumur dan lokasi pengungsian).

“Terkait kurangnya bantuan konsumsi, kami sudah berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina. Bantuan nasi kotak itu diperuntukkan bagi warga yang dievakuasi di Masjid Pagedangan. Semalam Pertamina baru mengirimkan 130 kotak,” terang Heka Sugara.

Heka menambahkan, hingga saat ini penetapan lokasi evakuasi resmi oleh pihak perusahaan baru mencakup Desa Pagedangan, sementara konfirmasi penanganan untuk desa terdampak lainnya masih ditunggu.

Humas Pertamina Lempar Tanggung Jawab dan Terkesan Mengelak

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Humas Pertamina EP, Dede Darmawan, justru berbelit-belit. Saat dimintai keterangan resmi terkait penanganan gas serta kekurangan logistik warga, Dede enggan memberikan penjelasan dan melempar tanggung jawab.

“Waalaikumsalam mas, punten sebelumnya untuk spokesperson-nya bukan di saya ya mas, jadi saya tidak berwenang untuk memberikan statement apapun,” kilih Dede saat dikonfirmasi via pesan singkat.

Namun, dalam tangkapan layar komunikasi antara Camat Tukdana dan pihak Humas Pertamina, Dede memberikan alasan bahwa nasi kotak hanya disediakan bagi warga yang direlokasi ke pengungsian dan tidak bisa memasak.

Sikap tertutup dan terkesan mengelak dari jajaran humas ini disayangkan berbagai pihak, mengingat ratusan warga tengah menanti kepastian keselamatan serta kecukupan logistik di lokasi pengungsian. (Nurpad/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *