INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Ratusan warga memadati arena Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar di area Gedung Landraad, Jalan Letjen S. Parman, Kabupaten Indramayu, Kamis (8/10/2026). Kegiatan pangan murah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu.
Sejak dibuka pukul 08.00 WIB, warga tampak mengantre di berbagai stan komoditas, mulai dari beras SPHP, minyak goreng kemasan, telur ayam, gula pasir, hingga daging sapi dan aneka sayuran.
Stan Perum Bulog Cabang Indramayu menjadi titik yang paling banyak diserbu pembeli. Di stan ini, beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp57.500 dan Minyakita dipatok Rp15.500 per liter. Meski pembelian Minyakita dibatasi maksimal 2 liter per orang, tingginya selisih harga dengan pasar tradisional membuat antrean terus memanjang.
Bantu Tekan Pengeluaran Rumah Tangga
Seorang warga Kelurahan Lemahmekar, Supriyatin (43), mengaku rela mengantre selama 30 menit demi mendapatkan pasokan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Di pasar harga minyak goreng biasa sampai Rp23.000–Rp24.000 per liter, di sini cuma Rp15.500. Beda harganya lumayan jauh. Selain minyak, saya juga beli telur Rp24.000 per kilo dan daging sapi Rp130.000 per kilo,” ujar Supriyatin di lokasi kegiatan.
Hal senada disampaikan Mirah (51), warga Kelurahan Paoman. Demi mencukupi stok kebutuhan dapur di rumah, ia sengaja mengajak anaknya agar bisa membeli Minyakita sesuai batas ketentuan per orang.
“Karena per orang dibatasi dua liter, saya ajak anak ikut antre supaya dapat tambahan stok. Bagi ibu rumah tangga, selisih harga begini sangat membantu mengatur belanja harian,” tutur Mirah.
Selain menekan beban pengeluaran masyarakat jelang peringatan hari jadi daerah, program GPM ini diharapkan dapat menjaga kestabilan harga pasokan pangan serta menekan laju inflasi daerah di Kabupaten Indramayu.
(Nurpad)





















