Bandung, Faktaperistiwanews.co.id – Memasuki awal bulan pengerjaan normalisasi sungai Cinambo masih berlangsung, sebanyak 600 kubik sedimen diangkat dari pengerukan sepanjang 200 meter. Senin, 2 Desember 2024.
Unit alat berat terus beroperasi, terlebih saat ini, Kota Bandung kerap diguyur hujan, mengharuskan pengerjaan yang dilakukan harus lebih exstra guna mengantisipasi banjir.
Giat tersebut tentu tidak lepas dari peranan Sektor 22 Citarum Harum, melalui Sub 5 terus lakukan pengawasan, memastikan pengerjaan normalisasi sungai Cinambo tidak terkendala.
Dansub 5 Sektor 22 Citarum Harum Pelda A Yani menyampaikan, pengerjaan terkadang terjeda sesaat, saat hujan turun, namun kami lanjutkan manfaatkan waktu guna penataan area bantaran.
“Tentunya pengerjaan ini kami juga dikejar target capaian program, sehingga di akhir 2024 harus mendapat progres yang maksimal, dan yang terpenting adalah di pengembalian fungsi sungai,” jelasnya.
Menurutnya, lumpur yang bercampur sampah apabila tidak segera dikeruk dalam jangka panjang mengakibatkan tersumbatnya aliran.
”Aliran air akan mengikis bantaran sungai bahkan bisa meluap apabila masuk musim penghujan karena tidak bisa menampung dengan normal akibat sedimentasi yang akut”, katanya.
Dilanjutkannya, lumpur yang berhasil diangkat digunakan untuk merapihkan bantaran sungai.
”Kami terus mengupayakan agar sedimentasi yang menghambat aliran air terus diangkat, karena sungai Cinambo harus optimal menampung debit air apabila hujan,” pungkasnya.
Redaksi***
























