Kualitas Dipertanyakan, Proyek Hotmix GOR Singalodra Diduga Pelaksana Catut Nama Jaguar

Oplus_131072

INDRAMAYU, Faktapersitiwanews.co.id – Proyek pekerjaan hotmix di kawasan GOR Singalodra menuai sorotan tajam. Selain kualitas pekerjaan yang dinilai amburadul, pelaksana proyek diduga mencatut nama Jaguar, sehingga memunculkan dugaan pelanggaran serius dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari anggaran publik tersebut.

Pantauan media di lapangan menunjukkan hasil pekerjaan hotmix tampak tidak rapi, permukaan jalan bergelombang, serta ketebalan aspal yang diduga tidak merata. Bahkan, di sejumlah titik terlihat mulai pecah dan ditumbuhi rumput meski proyek belum lama dikerjakan. Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat yang mempertanyakan mutu serta profesionalitas pelaksana proyek.

Tak hanya soal kualitas, proyek ini juga diselimuti persoalan administrasi. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa nama Jaguar dicantumkan sebagai pelaksana, namun kuat dugaan nama Jaguar tersebut tidak terlibat langsung dalam pengerjaan di lapangan. Dugaan pencatutan nama ini dinilai berpotensi mengecoh publik sekaligus melanggar aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kalau benar Jaguar tidak mengerjakan, ini jelas masalah serius. Jangan sampai nama Jaguar dipakai hanya untuk formalitas, sementara pekerjaan di lapangan dikerjakan asal-asalan,” ujar JM salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Bacaan Lainnya

Minimnya papan informasi proyek semakin memperkuat dugaan adanya ketidaktransparanan. Publik kesulitan mengetahui nilai anggaran, sumber dana, maupun pihak yang bertanggung jawab penuh atas pekerjaan tersebut. Padahal, keterbukaan informasi merupakan kewajiban dalam setiap proyek yang menggunakan uang negara.

Sementara ketua Jaguar, Maarif Yoga membantah bahwa pekerjaan rehabilitasi hotmix di kawasan GOR Singalodra bukan punya saya, saat ditemui oleh awak media, Rabu (7/1/2026).

“Jaguar tidak mengerjakan, ini jelas masalah serius. Jangan sampai nama Jaguar dipakai hanya untuk formalitas, sementara pekerjaan di lapangan dikerjakan oleh pihak lain ini harus di pertanggung jawabkan”, ujarnya.

Sejumlah pihak mendesak instansi terkait dan aparat pengawas segera turun tangan melakukan audit teknis dan administrasi. Jika terbukti ada pencatutan nama Jaguar serta pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, maka pelaksana proyek diminta bertanggung jawab secara hukum.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pelaksana proyek. Publik pun menunggu langkah tegas pemerintah daerah agar proyek yang dibiayai uang rakyat tidak menjadi ajang praktik asal jadi dan sarat penyimpangan.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *