INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS,CO.ID – Tradisi Sedekah Bumi di Desa Sudimampir Lor, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, berlangsung meriah. Pagelaran sandiwara Dwi Warna dan penyajian 1.700 tumpeng menjadi daya tarik dalam perayaan adat yang sarat makna kebersamaan dan rasa syukur tersebut.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk melestarikan tradisi leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. Antusiasme masyarakat turut menambah semarak rangkaian acara Sedekah Bumi yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat, Selasa (27/10/2026).
Pagelaran sandiwara Dwi Warna menjadi salah satu hiburan yang dinantikan warga. Kesenian tradisional tersebut turut memeriahkan acara sekaligus menjadi sarana untuk mempertahankan eksistensi seni budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Selain pertunjukan sandiwara, sebanyak 1.700 tumpeng menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas rezeki dan hasil bumi. Tradisi ini juga mencerminkan semangat gotong royong, kebersamaan, serta harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keberkahan dan kesejahteraan.
Kuwu Sudimampir Lor, Ade Nanto, menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi yang harus terus dijaga sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga wujud rasa syukur masyarakat atas rezeki dan hasil bumi. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan serta mampu mempererat persaudaraan dan gotong royong warga Desa Sudimampir Lor,” ujar Ade Nanto.
Ia juga berharap keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya dan tradisi leluhur.
Sementara itu, Camat Balongan, Ade Sukma Wibowo melalui Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Balongan, Dasuki, mengapresiasi pelaksanaan Sedekah Bumi yang berlangsung meriah. Menurutnya, kegiatan adat seperti ini memiliki nilai positif dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat kerukunan masyarakat.
“Tradisi Sedekah Bumi merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang perlu kita jaga bersama. Selain menjadi ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” ungkap Dasuki.
Sedekah Bumi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk terus menjaga kerukunan, menghormati tradisi, dan memperkuat rasa persaudaraan.
Dengan perpaduan tradisi, kesenian, dan kebersamaan, Sedekah Bumi Desa Sudimampir Lor diharapkan terus menjadi agenda budaya yang mampu mempererat hubungan masyarakat sekaligus melestarikan kearifan lokal di Kabupaten Indramayu.


















