Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Sedekah Bumi Sudimampir Lor, Tradisi Leluhur yang Menyatukan Masyarakat

Indramayu, faktaperistiwanews.co.id – Ribuan masyarakat memadati jalanan Desa Sudimampir Lor – Sudimampir, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, untuk menyaksikan sekaligus memeriahkan Karnaval Budaya dalam rangka peringatan Sedekah Bumi tahun kelima, Senin (26/10/2026).

Kegiatan tahunan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan, melestarikan tradisi leluhur, sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas nikmat dan hasil bumi yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak arak-arakan dimulai. Anak-anak, kalangan dewasa hingga orang tua berbaur dalam suasana penuh kegembiraan.

Warga dari berbagai lapisan turut menyaksikan kemeriahan karnaval yang menjadi salah satu agenda budaya yang dinantikan masyarakat Desa Sudimampir Lor.

Bacaan Lainnya

Setiap perwakilan rukun tetangga (RT) menampilkan kreativitas masing-masing melalui ogoh-ogoh dan beragam hasil bumi. Sayur-mayur serta berbagai hasil pertanian dirangkai dan diarak bersama peserta karnaval, menciptakan pemandangan yang semarak sekaligus menggambarkan kedekatan masyarakat dengan kehidupan agraris.

Keterlibatan seluruh perwakilan RT tersebut menunjukkan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi, menampilkan kreativitas, serta mempererat hubungan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Karnaval budaya juga menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan tersebut, anak-anak dan kaum muda diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus meneruskan semangat gotong royong yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

Kuwu Desa Sudimampir Lor, Ade Nanto, mengatakan bahwa pelaksanaan Sedekah Bumi pada 2026 merupakan tahun kelima sejak tradisi tersebut dijalankan pada masa pemerintahannya.

Menurut Ade, kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berbagai nikmat yang telah diberikan kepada masyarakat. Rasa syukur tersebut tidak hanya diwujudkan melalui doa dan tradisi, tetapi juga melalui kebersamaan serta kepedulian dalam membangun desa.

“Wujud syukur kepada Sang Maha Kuasa merupakan cerminan kita sebagai manusia atas nikmat yang telah diberikan. Melalui kegiatan Sedekah Bumi ini, kita berharap masyarakat senantiasa bersyukur dan menjaga kebersamaan,” ujar Ade.

Ia menjelaskan, Sedekah Bumi juga menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan masyarakat dari berbagai kalangan, khususnya warga Sudimampir Lor dan masyarakat di wilayah sekitarnya.

Menurut dia, kekompakan yang terlihat dalam pelaksanaan karnaval merupakan modal penting untuk mendorong pembangunan desa. Dengan semangat kebersamaan, berbagai program pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ade pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sinergi antara pemerintah desa dan warga demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera.

“Mari bersama-sama mewujudkan desa yang maju dan sejahtera. Kita harus terus bersinergi bersama masyarakat untuk membangun desa yang lebih baik serta mendukung terwujudnya Indramayu Reang,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Balongan, Ade Sukma Wibowo, melalui Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Balongan, Dasuki, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Karnaval Budaya Sedekah Bumi Desa Sudimampir Lor.

Menurut Dasuki, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelestarian tradisi sekaligus sarana mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah desa, dan unsur pemerintahan di tingkat kecamatan.

Ia menilai, nilai utama dalam tradisi Sedekah Bumi adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas nikmat yang diberikan kepada manusia.

Nilai tersebut perlu terus dijaga agar tidak hanya menjadi bagian dari perayaan tahunan, tetapi juga tercermin dalam perilaku masyarakat sehari-hari.

“Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa atas nikmat yang telah diberikan kepada kita. Kami mengapresiasi kegiatan ini karena dapat mempererat silaturahmi dan menjaga tradisi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat,” kata Dasuki.

Di samping mengapresiasi kegiatan budaya tersebut, Dasuki juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan memasuki musim kemarau.

Ia mengimbau warga untuk tidak membakar sampah sembarangan karena api dapat dengan mudah menjalar dan menimbulkan kebakaran yang membahayakan lingkungan maupun keselamatan masyarakat.

Menurut dia, upaya pencegahan perlu dilakukan bersama-sama. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam mengelola sampah dan memastikan tidak ada sumber api yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan. Saat ini cuaca panas dan kita memasuki musim kemarau, sehingga potensi kebakaran perlu diantisipasi bersama. Kesadaran masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, petugas pemadam kebakaran (Damkar) turut hadir dengan menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran.

Kendaraan tersebut digunakan untuk menyiram atau mendinginkan ruas jalan yang dilalui peserta arak-arakan.

Kehadiran petugas Damkar menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ribuan warga.

Selain membantu menciptakan kondisi jalan yang lebih nyaman selama karnaval berlangsung, kehadiran petugas juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Balongan, petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) wilayah setempat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *