Respon Cepat Keluhan Para Petani Forkompimcam Balongan Tinjau Langsung Sawah yang Kering

Indramayu, Faktaperistiwanews.co.id – Dkpp Indramayu bersama Forkompimcam Balongan respon cepat terhadap keluhan masyarakat pertanian yang berada di wilayah Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu Jawa Barat.

Lahan pertanian kurang lebih luasnya 70 hektar terancam gagal panen akibat kurangnya pasokan air yang bersumber dari pintu air rentang Majalengka Jawa Barat.

Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu melalui BPP Balongan didampingi sekmat Balongan tenjau langsung pesawahan yang ada di dua desa yakni Desa Sukareja dan desa Sukaurip Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu.

Bacaan Lainnya

Camat Balongan Opik Hidayat melalui sekmat Balongan Baman menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BBWS yang ada di rentang agar persoalan kurangnya air yang memasuki pesawahan di 2 desa tersebut segera mendapatkan solusinya serta menurutnya perlunya normalisasi yang ada di Dr 3 hingga Dr 6 ,

“Alhamdulillah kami sudah berkunjung ke BBWS Rentang dan merespon cepat keluhan para petani khususnya yang berada di Kecamatan Balongan”, Ujarnya.

Baman mengatakan akan melakukan upaya terbaik untuk membantu para petani mengatasi kekeringan lahan pertanian dan saluran air yang tidak mengalir ke persawahan di wilayahnya.

“Wilayah Balongan merupakan zona hijau dan 80 persen lahan pertanian yang ada di setiap desa, tentu ini harus disikapi bagaimana caranya supaya tanaman padi yang sudah hijau secepatnya bisa dialiri air supaya tidak mati”, Rabu (30/07/2025).

Selain Sekmat Balongan BPP Kecamatan Balongan menjelaskan, sedikitnya 70 hektar persawahan di Kecamatan Balongan mengalami kekeringan. Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas DKPP Kabupaten Indramayu, para kepala desa dan Gapoktan yang ada di wilayahnya.

“Ya, kami terus berupaya koordinasi dengan berbagai pihak.serta kami sudah berkoordinasi dengan pihak BBWS supaya bagaimana caranya persawahan bisa mendapatkan air, selain itu juga masalah pendangkalan aliran sungai, dari beberapa kali menjadi penyebab utamanya,” katanya.

Dirinya mengungkapkan, selama ini masyarakat Balongan menanam padi dua kali dalam setahun. Selain menanam padi, para petani di wilayahnya juga menanam palawija.

“Mereka ada yang menanam timun dan terong, dengan kondisi sampai saat ini belum turun hujan dan kemarau panjang, tentu terjadi kekurangan air pada saluran irigasi,” terangnya.

(Nurpad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *