Jakarta, Faktapersitiwanews.co.id – Dalam upaya mengembalikan kedaulatan negara dibidang kehutanan, Presiden Prabowo telah mengeluarkan Perpres nomor 5 Tahun 2025 Tentang Satgas Penertiban Kawasan Hutan.
Tujuan dibentuknya Satgas PKH adalah memastikan bahwa seluruh aktivitas yang terjadi di kawasan hutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mencegah tindakan ilegal seperti perambahan hutan, penambangan liar, pertambangan serta kegiatan lain yang merusak kawasan hutan.
Bukan itu saja, Satgas PKH juga diberikan mandat secara khusus oleh Presiden Prabowo untuk melakukan penindakan dan pencabutan izin bagi perusahaan yang tidak taat membayar pajak ke negara.
Yang menarik adalah apa yang disampaikan oleh Ketua Satgas PKH yang juga Menteri Pertahanan RI, Jenderal Syafrie Syamsudin.
Menhan Syafrie dengan nada keras mengatakan bahwa ke ketidaktaatan dan ketidak patuhan pada peraturan, ada kebohongan – kebohongan yang harus jadi koreksi untuk masa depan, birokrasi yang lambat harus segera di bereskan karena membahayakan negara masuk jurang. Kita sedang menghadapi musuh dalam selimut.
Konflik Agraria yang terus berulang-ulang terjadi sehingga menjadikan rakyat sebagai korban adalah akibat adanya pembiaran dan perlakuan yang istimewa diberikan kepada oligarki dari pemerintahan sebelum-sebelumnya.
Saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin Makassar, Menhan Syafrie mengatakan bahwa dirinya siap disalahkan, tapi Menhan juga meminta kepada para mahasiswa untuk tidak mengambil langkah salah demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Menurut Koordinator Kajian Politik Merah Putih. Sutoyo Abadi, terkait dengan apa yang telah disampaikan oleh Menhan perihal adanya musuh dalam selimut merupakan sebuah pembangkangan dan pengkhianatan kepada negara.
“Oligark yang merasa memiliki modal uang yang sangat besar hasil menjarah sumber ekonomi di Indonesia, dipastikan akan melawan, biadabnya sebagian menteri ternak oligarki dalam kondisi beberapa wilayah diterjang banjir justru memainkan tipuan penyesatan agar Presiden teresat jalan dan salah dalam mengambil kebijakan,”
“Saat ini benar benar terjadi, mereka sudah menguasai dan menjarah hutan dan perampok Sumber Daya Alam ( SDA )kita, ketika banjir bandang menelan korban mereka tidak peduli tetap di singgasana, justru yang teramat menyakitkan ada beberapa menteri titipan oligarki berulah melakukan sabotase dengan berbagai cara,” Ujar Sutoyo.
Sementara itu Koordinator Gerakan Revolusi Putih 08, Muchlis Hassan menghimbau kepada masyarakat jangan mudah tertipu dengan framing jahat dari beberapa Influencer dan media yang semakin terstruktur, strategis dan masif menyerang wibawa Presiden Prabowo, sebab mereka-mereka ini (media dan Influencer ) tersebut memang dibiayai dan siapkan oleh Oligarki untuk menjatuhkan kredibilitas Presiden Prabowo.
Dirinya juga menghimbau kepada seluruh komponen anak bangsa yang mencintai negeri ini untuk selalu berada dibelakang Presiden Prabowo, guna memberikan dukungan dan semangat untuk terus bekerja dan berjuang demi kepentingan rakyat.
“ Saya kira semua bisa melihat dan menilai media mana saja yang selalu memberikan infirmasi atau berita menyesatkan tersebut”, Ujarnya.
“Ini adalah momentun yang tepat untuk semua komponen bangsa bergandengan tangan, lupakan semua sudah sikap permusuhan, berdiri berjajar dibelakang Presiden memberikan dukungan sebagai garda terdepan.” tambah Muchlis Hassan kepada media ,Selasa (10/02/2026).
(Red)


















