Komunitas Masyarakat di Berbagai Bidang dan Profesi Siap Jadi Pilar Terdepan dalam Antisipasi Hoaks pada Pemilu 2024

0
7

Jakarta, Faktaperistiwanews.co.id – Antisipasi hoaks Pemilu 2024 harus dilakukan oleh segenap lapisan masyarakat di Indonesia, dari berbagai kalangan apapun.

Hal ini sebagai bentuk bela negara dalam menjaga persatuan dan kesatuan dari perpecahan, akibat dari adanya hoaks khususnya menjelang pemilu 2024 saat ini.

Komunitas masyarakat dari berbagai kalangan, profesi, lintas budaya dan agama banyak berada dalam keseharian masyarakat Indonesia yang majemuk.

Komunitas masyarakat menjadi pilar terdepan dalam antisipasi hoaks di lingkungan masyarakat secara luas.

Kesiapan menjadi pilar terdepan antisipasi hoaks Pemilu 2024, diungkapkan oleh komunitas yang berasal dari latar belakang profesi sebagai pengusaha, pebisinis dan tokoh mudah.

Tubagus Raditya Indrajaya salah satu komunitas masyarakat yang berasal dari kalangan pengusaha dan pebisnis ini, siap menjadi pilar terdepan dalam mengantisipasi beredarnya hoaks saat Pemilu 2024.

“Sebagai komunitas masyarakat di Indonesia, kami berkomitmen untuk menjadi pilar terdepan dalam melawan penyebaran hoaks. Kami menyadari pentingnya literasi digital dan transparansi informasi dalam membangun masyarakat yang cerdas dan terinformasi,” jelasnya, Sabtu 9 Desember 2023.

Tubagus Raditya menegaskan, menyambut inisiatif dan partisipasi aktif dari setiap anggota komunitas dalam mengidentifikasi, menyebarluaskan informasi yang benar.

“Ini sangat perlu, karena dengan mengedukasi sesama masyarakat. Dengan bersama-sama, kami yakin dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dari dampak negatif hoaks,” tegasnya.

Tubagus Raditya juga berharap, agar melalui kolaborasi dan edukasi yang berkelanjutan, masyarakat Indonesia dapat mengembangkan ketahanan informasi yang kuat.

“Dengan demikian, kita dapat mewujudkan masyarakat yang kritis, cerdas, dan mampu membedakan informasi yang benar dari yang tidak benar, ” pungkas pengusaha yang akrab disapa Haji Didit ini.

Salah satu komunitas sepeda motor XTC, yang kini telah bertransformasi menjadi sebuah ormas berkomitmen memberikan edukasi dan literasi anti hoaks, terlebih saat Pemilu 2024.

Menanggapi soal informasi hoaks yang kerap beedar dimasyarakat, khususnya media sosial di tahun politik ini, Ketua XTC Indonesia wilayah Jawa Barat, M.Dicki Fauzi Rachman menjelaskan bahwa komunitas yang tergabung dalam XTC ini amat sangat komitmen dalam memerangi hoaks.

“Langkah nyata yang selalu akan dilakukan yakni memberikan pemahaman kepada seluruh anggota, agar tidak mudah termakan isu-isu atau informasi yang ada.
Selalu memverifikasi informasi adalah sebuah langkah juga dalam mencari kebenaran sebuah berita atau informasi, bahkan ditahun politik ini dirinya juga memberikan arahan kepada seluruh anggota untuk tidak saling sindir menyindir ataupun saling menyerang saat memiliki pandangan dan pilihan yang berbeda tentang pilihan politik, ” papar M.Dicki Fauzi Rachman saat dihubungi, Sabtu 9 Desember 2023.

Ditegaskannya, bahwa komunitas XTC di Pemilu 2024 ini mengarahkan para anggota tidak saling sindir kalau beda pandangan atau pilihan.

“Kami memberi edukasi ke anggota kami, untuk melihat dan mencari tau informasi dari media media terpercaya, dan tidak membantu menyebarkan berita berita yang ada di platform media sosial seperti X, Facebook, Ig, Tiktok, Youtube dan Whatsapp, jika beritanya belum valid,” jelas Dicky atau yang kerap disapa Beje.

Dicky juga memastikan, sebagai generasi Muda Indonesia harus fokus dan peduli akan politik menjadi salah satu cara dirinya agar generasi muda memiliki ketertarikan untuk mengikuti politik dan tidak anti politik, hanya karena banyaknya berita yang tidak jelas (hoaks) yang menyuguhkan banyak perdebatan sehingga minat generasi muda untuk mengenal politik menjadi menurun.

“Terus sosialisasi terhadap anak anak XTC generasi Z untuk peduli terhadap politik untuk ketertarikan mengikuti politik di 2024 ini,” ungkapnya.

Selain mensosialisasikan dan memberi arahan terhadap internal, XTC juga kerap memberikan pemahaman terkait hoaks di masyarakat umum pada saat melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat umum.

“Kita setiap kegiatan yang sifatnya external seperti baksos, seminar-seminar dan kunjungan-kunjungan yang melibatkan warga lain diluar kader XTC, kita selalu menjelaskan tentang pentingnya paham di Pemilu di 2024 ini tentang berita hoaks terpecah belah, dan baper masalah beda pilihan itu selalu kita sosialisasikan, terutama yang kita fokuskan itu di pelajar-pelajar dan mahasiswa yang sekarang mereka digolongkan dalam kategori pemilih pemula,” pungkasnya.

Dinamika politik 2019, diakuinya menjadi salah satu contoh nyata baginya bahwasanya Pemilu menjadi sebuah peperangan bukan menjadi pesta demokrasi kala itu.

“Jadi kita selalu menggemborkan bahwa kita harus belajar dari 2019 (Pemilu), jangan sampai kita ini menjadikan Pemilu ini malah bukan pesta demokrasi tapi jadi pesta war demokrasi. Jadi kita arahkan agar bisa menjadi pemilih yang smart, pemilih yang baik dan pemilih yang profesional,” tutupnya.

Redaksi**

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini