Indramayu, Faktaperistiwanews.co.id – Kembali adakan pertemuan perwakilan dari pihak Pertamina MOR III melalui karyawan TTBM Balongan dengan masyarakat desa Balongan terkait program kesehatan CSR yang saat ini dipertanyakan warga setempat.
Bertempat di aula kantor balai Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Selasa (18/02/2025).
Pertemuan diskusi dihadiri forkompimcam Balongan, Perwakilan Masyarakat Balongan kurang lebih 300 orang serta TNI/Polri jajaran keamanan Kabupaten Indramayu.
Berawal tuntutan masyarakat terkait program kesehatan dan pembagian satu kaleng susu yang terhenti dari pertengahan tahun 2024 hingga saat ini belum terealisasikan ke masyarakat khususnya warga desa balongan.
Masyarakat melalui perwakilan RT dan RW yang difasilitasi kepala desa sudah pernah melakukan komunikasi dan bersurat ke pihak Pertmina MOR III serta beberapa pertemuan yang belum ada keputusan kapan kompensasi akan dibagikan dari pihak Pertamina TTBM Balongan.
Pembukaan disampaikan Camat Balongan Opik Hidayat, dengan kata basmallah berharap pertemuan diskusi dapat menemukan kesepakatan bersama antara Pertamina TTBM Balongan dan Masyarakat Desa Balongan.
Pertamina MOR III melalui perwakilan pihak TTBM Balongan Muslim, mengatakan dalam hal ini pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pusat serta ada kekeliruan dalam penyaluran CSR yang sebelum-belumnya dikarenakan pihaknya harus koordinasi dengan BPK pusat serta menurutnya akan digantikan dengan program pemberdayaan lainnya.
“Kami perwakilan dari Pertamina MOR III Balongan merespon cukup baik dan kami sepakat untuk segera merealisasikan tuntutan masyarakat terkait kompensasi kesehatan susu namun mohon dipahami kami juga diatur undang-undang serta tidak bisa memberikan keputusan secara sepihak tanpa ada putusan dari pihak Pertamina pusat”, katanya.
Akso yang mewakili masyarakat desa balongan, menyampaikan keluhan terhadap pihak Pertamina terkait kesepakatan MOU yang sudah ditandatangani langsung pihak MOR III yakni pada tahun 2010, terkait program kompensasi kesehatan serta pembagian susu untuk masyarakat di desa balongan, Ucapnya.
“Kam hadiri pertemuan diskusi yang Senin kemarin saat kami berkunjung ke TTBM Balongan belum mendapatkan keputusan dan kepastian kapan kami kembali mendapatkan hak kami setelah berhenti dipertengahan tahun 2024 hingga saat ini belum ada kompensasi pembagian lagi hingga di bulan februari 2025”, Ujarnya.
Senada dengan Akso, Kholik Tokoh Pemuda meluapkan kekecewaannya terhadap pihak Pertamina yang secara sepihak menghentikan program kesehatan tanpa ada pemberitahuan baik melalui surat atau pihak aparatur desa setempat, Ungkapnya.
“Kami disini bukan untuk berbicara undang-undang tapi berbicara fakta yang sudah disepakati kalau memang ada perubahan dan Pertamina menghentikan program kompensasi kesehatan kenapa tidak menyampaikan dari bulan Juli tahun lalu”, Tegasnya.
Diskusi ditutup dengan disepakati hak tuntutan masyarakat terkait kompensasi satu kaleng susu perkepala untuk enam ribu jiwa selama enam bulan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat selambat-lambatnya satu bulan kedepan.
(Nurpad)
























