Jadi Sorotan Publik, PT Adhi Karya Diduga Tidak Transfaran Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal di Indramayu

oplus_0

Indramayu, Faktapersitiwanews.co.id – Proses rekrutmen tenaga kerja pada proyek yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya di PT Polytama wilayah Indramayu untuk pembuatan Tanki Bola dan pelabuhan Jetty menuai sorotan publik.

Sejumlah warga menduga proses perekrutan dilakukan secara tertutup dan tidak melibatkan Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Dugaan ini mencuat setelah warga mengaku tidak mendapatkan informasi terbuka terkait lowongan pekerjaan pada proyek tersebut.

Bacaan Lainnya

Mereka menilai, seharusnya proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan memberikan kesempatan yang adil bagi masyarakat lokal. Melalui karang taruna tiga wilayah penyanggah yakni Desa Lombang, Desa Limbangan dan Tinumpuk Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu Jawa Barat.

Selain itu, keterlibatan Dinas Ketenagakerjaan dinilai penting untuk memastikan proses perekrutan berjalan sesuai aturan yang berlaku, termasuk dalam hal pendataan tenaga kerja dan perlindungan hak-hak pekerja.

Ketua Karang taruna Desa Lombang Asmawi yang akrab disapa Cak Mawi, membenarkan PT Adhi Karya sedang ada kegiatan pekerjaan di PT Polytama pembuatan Tanki Bola dan pelabuhan Jetty.

“Betul di PT Polytama sedang ada kegiatan pekerjaan namun hal ini menjadi benang kusut bagi para pekerja lokal dikarenakan pekerjaan kebanyakan dari luar kota dan saya sebagai masyarakat penyanggah hanya menonton saja bhakan secara terang-terangan tenaga kerja pun direkrut secara tertutup”, Ujarnya Selasa (13/04/2026) kepada awak media.

Cak Mawi pun menegaskan PT Adhi karya adalah menkon langsung dari PT Polytama yang berada di wilayah kecamatan Juntinyuat dan ada beberapa subkon diantaranya PT REN (Rekabangun Energy, PT SAI (Samudra Atlantik Indonesia), PT PDP sera rata-rata pekerja adalah bawahan dari perusahaan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan karna ada dua kegiatan di darat pembuatan Tanki dari banyaknya menpawer sebagai adalah pekerja yang dari luar daerah dan di onshor dan opshor (lepas pantai) pun sama hanya sebagai pekerja lokalnya”, Imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai mekanisme rekrutmen yang dilakukan dalam proyek tersebut. Warga berharap ada klarifikasi serta keterbukaan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *