Tabrakan Dua Truk di Pantura Losarang Indramayu, Sopir Luka dan Kendaraan Ringsek

INDRAMAYU, faktaperistiwanews.co.id – Arus lalu lintas di jalur Pantai Utara (Pantura) wilayah Indramayu kembali diwarnai insiden kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu pagi, 15 April 2026, di kawasan Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, yang dikenal sebagai salah satu titik padat kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.

Kecelakaan tersebut mengundang perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas, mengingat kerasnya benturan yang terjadi.

Selain menimbulkan korban luka, insiden ini juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada salah satu kendaraan yang terlibat, serta sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur strategis tersebut.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan dua kendaraan besar, yakni truk Mitsubishi Colt Diesel bernomor polisi K 9772 GP dan truk box bernomor polisi A 8958 B.

Truk Colt Diesel yang dikemudikan Ali Mahfud (35) saat itu tengah berupaya melakukan putar arah di titik U-turn yang berada di depan Hotel Elista.

Pada saat bersamaan, dari arah belakang melaju truk box yang dikemudikan Nurjaya (54), dengan rute dari Cirebon menuju Jakarta.

Diduga jarak antara kedua kendaraan yang terlalu dekat membuat pengemudi truk box tidak sempat melakukan pengereman secara optimal, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Benturan keras pun terjadi, menghantam bagian belakang truk Colt Diesel.

Akibatnya, bagian depan truk box mengalami kerusakan cukup parah hingga ringsek.

Sementara itu, pengemudi truk box dilaporkan mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut.

Petugas dari Polsek Losarang yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan cepat.

Aparat kepolisian langsung melakukan evakuasi terhadap korban, sekaligus memastikan situasi di lokasi tetap aman dan terkendali.

Langkah pertama yang dilakukan petugas adalah memberikan pertolongan kepada pengemudi yang mengalami luka. Korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Selain itu, petugas juga mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan guna mencegah terjadinya kemacetan panjang di jalur Pantura yang dikenal memiliki volume kendaraan tinggi.

Tidak hanya itu, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat peristiwa berlangsung.

Proses ini dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian secara lebih detail serta menjadi dasar dalam penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Losarang, AKP H. Suhendi, mengingatkan seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur Pantura.

Ia menekankan pentingnya menjaga jarak aman antar kendaraan serta mengurangi kecepatan, terutama ketika mendekati titik putar arah yang rawan kecelakaan.

Menurutnya, kecelakaan di jalur Pantura kerap terjadi akibat kelalaian pengemudi, baik karena kurangnya antisipasi maupun tidak mematuhi aturan berkendara.

Oleh sebab itu, kesadaran dan disiplin dalam berlalu lintas menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya insiden serupa.

Sementara itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di jalan raya.

Setiap kejadian kecelakaan maupun potensi gangguan lalu lintas diharapkan dapat segera dilaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menambahkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan pengaduan yang telah disediakan untuk melaporkan berbagai kejadian di jalan raya maupun gangguan kamtibmas lainnya. Laporan yang cepat dan akurat dinilai sangat membantu aparat dalam merespons situasi darurat.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa jalur Pantura, meskipun menjadi urat nadi transportasi utama, juga menyimpan potensi risiko tinggi jika tidak diimbangi dengan kewaspadaan.

Dengan meningkatnya mobilitas kendaraan, terutama kendaraan berat, diperlukan kehati-hatian ekstra dari seluruh pengguna jalan.

Ke depan, diharapkan sinergi antara aparat dan masyarakat dapat terus ditingkatkan guna menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib.

Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga menjadi kepentingan bersama demi mencegah jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiil.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *