Kab. Bandung, Faktaperistiwanews.co.id-Kejujuran hati dan ketenangan berpikir dalam Pilkada bahwa Pilkada itu satu siklus yang diatur dalam ketatanegaraan Republik Indonesia, sebuah langkah maju di republik ini sehingga pilkada dapat dilakukan secara serentak pada tahun 2024.
Dalam Pilkada Serentak, akan sulit partai politik mendapat dukungan dari kekuatan politik wilayah lain karena semua concern untuk memenangkan kader pilihannya dengan segala daya dan upaya, sehingga kemampuan seorang kandidat memenangkan kontestasi dalam Pilkada Serentak menjadi ukuran yang tergambar dalam jadwal kampanye, dimana jadwal kampanyenya sampai tahap pungut hitung suara pada Rabu tanggal 27 November 2024.
Demikian disampaikan oleh Ketua DPD NasDem Kabupaten Bandung H. Agus Yasmin ditemui dirumahnya ketika saat sedang membersihkan kolam ikan koinya, Soreang, Sabtu (2/11/2024).
Menurutnya, kita sebagai orang yang memiliki anugerah Allah SWT, punya akses terhadap pengambilan keputusan di pemerintahan baik sebagai mantan maupun sebagai elit politik yang memiliki fraksi di DPRD tentu harus memberikan satu keteladanan bagi generasi selanjutnya.
“Jangan pula kita terlalu menonjolkan diri untuk merasa bahwa kita adalah tokoh besar, mengingat proses waktu akan melahirkan generasi-generasi yang pasti jauh lebih maju dari kita, dimana kita juga harus bermufakat bahwa hasil karya, karsa dan budaya dengan pendidikan formal yang dilakukan di kabupaten Bandung, sejak berdirinya kabupaten Bandung sampai saat ini sudah menghasilkan produk-produk kader unggulan yang menjadi pemimpin dan tokoh-tokoh baru pada zamannya, sehingga jangan dalam Pilkada 2024 kita melepaskan kebanggaan itu,” tegasnya.
Lebih lanjut H. Agus Yasmin mengatakan seandainya diantara kita ada ketidakpuasan jangan pernah kita melakukan hal-hal yang subjektif tanpa berani mengemukakan fakta dan data disertai solusi yang terbuka kepada publik sehingga publik bisa mengkaji kualitas kedewasaan kita sebagai politisi.
“Dalam Pilkada Kabupaten Bandung, sebagai warga kabupaten Bandung kita mengharapkan ada kedamaian ada keikhlasan dan ada suasana bahagia bagi masyarakat, kalaupun ada ketidakpuasan dan menemukan fakta-fakta yang menguatkan atas pelanggaran, dimana lembaga Bawaslu, Gakkumdu, DKPP pasti akan memberikan solusi karena hakul yakin Presiden RI Bapak Prabowo tidak ingin ada Pilkada dalam satu daerah yang penuh dengan intrik, fitnah, provokatif sehingga membuat daerah instabilitas,” tambahnya.
Karena, kata Agus Yasmin, seyogyanya keteladanan atas apa yang permah kita tau, kita lakukan, ter-transformasi dgn elegan, sesuatu yang kita sadari dengan penuh makna bahwa hari ini kesempatan sudah bergeser kepada anak muda adalah sebuah keniscayaan yang patut kita terima dengan lillah, toh kita pernah mengalami dalam posisi penting yang hari ini dialami oleh anak-anak muda kita, maka bersabarlah untuk memberikan kesempatan itu dengan bijak, jika memang masih ingin memegang kendali kekuasaan maka berikanlah transformasi pengetahuan kepada publik dengan baik.
“Jika kita mau mendalami karakter H. Dadang Supriatna, kenapa begitu kokoh melakukan akselerasi dalam kegiatan lapangan maupun silaturahmi dengan berbagai elemen? Oleh sebab dalam diri Kang DS ada tiga Tokoh Mantan Bupati yang melekat didirinya, saat jadi kepala desa dia belajar banyak dari Almarhum Pak Hatta Djati Permana, serta pak H. Obar Sobarna begitu pula pada waktu menjadi anggota DPRD, Kang DS pasti juga belajar dari gaya kepemimpinan Kang H. Dadang Naser. Saat ini sebagai ketua DPC PKB Kabupaten Bandung pasti juga menimba pengetahuan dari legislator besar yang menjadi tokoh Nasional kang H Cucun Syamsurijal, maka paripurna gaya yang dimilikinya sehingga wajar sareng payus mimpin kabupaten Bandung dua periode, lalu mau dibandingkan dengan calon lain dari sisi itu kan jadi tidak adil,” tandasnya.
Bismillah.. Pilkada Kabupaten Bandung berjalan baik, sukses, dan tanpa ekses.***
Reporter: Team FNC
Editor: Yudika/Asep Sudiono







