Indramayu, Faktapersitiwanews.co.id – Pemilihan Kuwu (Pilkades) serentak 2025, yang diikuti 139 desa di Kabupaten Indramayu telah usai. Itu setalah menyusul putusan dan selanjutnya akan dilakukan pelantikan bulan Februari 2026 nanti.
Salah satu desa yang berhasil menyelenggarakan Pilwu tersebut adalah Desa Sukareja, Kecamatan Balongan. Dari 5 kandidat calon Kuwu suara terbanyak diraih peserta calon kuwu Yanto dengan nomer urut 4.
“Kami keluarga besar sangat bersyukur dan berterima kasih kepada warga masyarakat desa suk Sukar yang sudah menggunakan hak pilihnya dan kemenangan ini adalah kemenangan suara masyarakat Sukareja”, Ujar kepada media Minggu, 14/12/2023.
Pria yang akrab disapa Jepang itu juga menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara Pilwu, BPD, para kontestan calon, Tokoh Masyarakat,Pemerintah desa dan lapisan masyarakat yang sudah menyukseskan serta terselenggaranya pesta demokrasi ini.
“Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan, TNI/POLRI, yang ikut serta menyukseskan Pilwu sampai pada tahap akhir ini,” ucapnya.
Selain itu, Yanto juga meminta kepada semua pihak agar bekerjasama demi desa Sukareja yang lebih baik, dengan slogan Beberes desa.
“Sebagai calon Kepala Desa (Calwu) terpilih pasca pemungutan suara pada 10 Desember 2026, saya sekeluarga mohon maaf atas kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja. Baik itu sebelum dan sesudah pencoblosan sampai saat ini,” tuturnya
“Dan lebih penting saya mengajak seluruh masyarakat desa Sukareja untuk tetap bersatu, dan menjadikan desa Sukareja lebih maju menuju Indramayu Reang, sesuai harapan Bupati kita, Bapak Lucky Hakim,” Imbuhnya.
Yanto juga menambahkan jika nanti usai dilantik dirinya akan langsung bekerja dengan program dan sologan Beberes Desa, dalam 100 hari dirinya akan mengutamakan keluhan apa yang sudah disampaikan oleh dirinya semasa kampanye.
“Masyarakat meminta saya untuk segera menormalisasikan saluran air di parit yang berada di gang-gang serta mencarikan solusi sampah yang bau di kali saat musim penghujan turun dan kami akan transparansi terkait anggaran dan pengelolaan aset desa”, Tukas Jepang.
(Nurpad)


















