Alami Nasib Pilu Bekerja Selama 12 Tahun di Arab Saudi TKI Asal Indramayu Memohon Bantuan Segera Dipulangkan ke Indonesia

Indramayu, Faktaperistiwanews.co.id – Garda BMI Kabupaten Indramayu yang merupakan organisasi Buruh yang fokus terhadap pendampingan advokasi terkait permasalahan Buruh Migran Indonesia kembali mendapatkan pengaduan dari keluarga PMI A/n Yati Bin Kadrim Warga Desa Legok, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Senin (13/05/2024).

Yati Bin Kadrim PMI asal Indramayu sudah 12 tahun bekerja di Riyadh Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga (PRT), di berangkatkan oleh Perusahan penyalur pekerja Migran Indonesia tepatnya pada tahun 2012 silam.

Menurut keterangan sekretaris DPC Garda BMI Kabupaten Indramayu At Cahyoto saat mendamping keluarga PMI menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan pengaduan dari pihak keluarga dengan bersama lurah Kardadi (KASI PELAYANAN) yang mewakili Kepala Desa Legok Arih Jahari.

Bacaan Lainnya

At Cahyoto menjelaskan kronologis TKW A/n Yati Bin Kadrim di rekrut oleh PT. Karya Barindo Cipta tepatnya pada tahun 2012 kemudian di terbangkan di negara penempatan Kwait, selang 2 tahun majikan laki2 TKW tersebut meninggal dunia. Kemudian pihak keluarga membawa TKW Yati ke Riyadh arab saudi, ujarnya.

Lebih lanjut At Cahyoto mengungkapkan PMI yati Bin Kadrim merupakan salah satu TKW beliau memberanikan diri berjuang bekerja di luar negeri untuk bisa menafkahi keluarga tercinta di rumah hingga saat ini terhitung 12 tahun.

“Sekarang kondisi beliau sedang sakit dan Ingin pulang ke Indonesia melalui unggahan vidioe dan percakapan komunikasi via hondphoe. Pihak kami kesulitan untuk mengarahkan PMI tersebut untuk mengurus SPLP di KBRI yang berada di kota Riyadh Arab Saudi di karnakan kondisi TKW A/n Yati Bin Kadrim ternyata buta huruf”, ucapn At cahyoto pada awak media.

Namun pihak kami telah mengadukan pada pihak pemerintah terkait melalui BP2MI yang berada di Kabupaten Indramayu serta Kemenlu RI agar membantu proses pemulangan TKW tersebut, atas dasar kemanusiaan inilah kami mengajak semua pihak untuk dapat peduli akan nasib TKW yati Bin Kadrim.

At Cahyoto juga menambahkan kami juga akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah Desa legok serta Pemeritah Daerah melalui Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina untuk membantu proses Pemulangan PMI tersebut agar bisa bertemu pihak keluarga tercinta di rumah dan setelah sampai ke tanah air harapanya PMI Yati Bin Kadrim segera bisa memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit karna selama ini pihak majikan tidak memperbolehkan TKW yati Bin Kadrim keluar untuk periksa ke Klinik (dokter), Imbuh sekretaris DPC Garda BMI Kabupaten Indramayu.

Kuwu Desa Legok Arih Jahari, menyampaikan besar harapan saya TKI segera dipulangan ke kampung halaman dan bisa bertemu kembali bersama keluargan tercinta di Indramayu.

(Nurpad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *