INDRAMAYU, faktaperistiwanews.co.id – Desa Krasak Kecamatan Jatibarang, kini tengah menjadi sorotan di Kabupaten Indramayu. Di bawah kepemimpinan Kuwu Khairul Isma Arif, desa ini berhasil menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program inovatif bertajuk “Reang Belajar”.
Inovasi ini lahir sebagai respons terhadap isu Anak Tidak Sekolah (ATS), juga pemberantasan buta huruf. Melalui program ini, Kuwu Arif berperan langsung sebagai “orang tua asuh” bagi warganya yang putus sekolah dan yang belum bisa baca tulis.
Hasilnya pun di luar dugaan. Dalam kurun waktu satu tahun, angka ATS di Kabupaten Indramayu berhasil ditekan hingga 1.200 anak, dengan Desa Krasak sebagai salah satu kontributor utamanya.
Atas dedikasi dan kerja kerasnya itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti memberikan Piagam Penghargaan kepada Khairul Isma Arif sebagai “Inisiator Peduli Pendidikan” pada momentum peringatan upacara Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/26) kemarin.
Seusai upacara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu, Dr. H. Caridin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Krasak atas kontribusinya dalam mendukung program prioritas Bupati Indramayu, melalui inisiatif “Indramayu Belajar”.
“Disdikbud mengucapkan terima kasih atas kepedulian pemerintah desa dalam mendukung penurunan angka ATS (Angka Tidak Sekolah). Semoga langkah Pemerintah Desa Krasak ini dapat digetoktularkan desa-desa lainnya, menjadi percontohan di Tingkat Kabupaten Indramayu, ” katanya.
Caridin mengakui, angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Indramayu masih rendah. Karena itu, pihaknya berusaha sekuat tenaga agar sumber daya manusia Indramayu dapat meningkat, mampu bersaing dengan kabupaten lainnya, sehingga IPM bidang Pendidikan pun ikut naik.
Sementara itu, ditemui seusai menerima penghargaan, Kuwu Desa Krasak, Khairul Isma Arif tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Khairul berterima kasih kepada semua pihak, khususnya masyarakat Desa Krasak yang telah mendukung langkahnya dalam program ” Reang Belajar”.
Menurutnya program” Reang Belajar” adalah salah satu upaya untuk memberikan harapan kepada anak yang putus sekolah agar tetap bersekolah mengejar cita-citanya, khususnya untuk anak putus sekolah di Desa Krasak
Kuwu Arif tidak menyangka langkahnya ini diapresiasi oleh banyak pihak. Padahal ide awalnya sederhana, yakni jangan sampai ada anak yang tidak sekolah di desanya.
“Penghargaan ini kami berikan untuk masyarakat Desa Krasak, semoga ke depannya desa kami dapat lebih baik lagi,” katanya.
Dihubungi terpisah melalui telepon selulernya, Camat Jatibarang, Mardono, memberikan apresiasi untuk Desa Krasak. Mardono mengungkapkan rasa bangganya atas inisiatif dan banyaknya gagasan inovatif yang lahir dari kepemimpinan Kuwu Khairul Isma Arif.
“Kami selaku pemerintah kecamatan memberikan apresiasi kepada Desa Krasak yang mana sudah turut andil atau aktif dan proaktif. Desa Krasak saat ini sangat proaktif. Harapannya, prestasi ini terus dipertahankan dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Sekretaris Daerah (Sekda) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu yang berharap agar keberhasilan Desa Krasak dalam menekan angka putus sekolah dapat menjadi role model bagi desa lainnya.
Mereka berharap agar langkah inovatif Kuwu Krasak sebagai orang tua asuh bagi warga yang putus sekolah dapat menginspirasi seluruh desa-desa lainnya, sehingga akan lahir generasi-generasi dengan pendidikan yang mumpuni.
Tak hanya unggul di bidang pendidikan, Desa Krasak juga menunjukkan tajinya di berbagai kompetisi daerah.
Desa yang juga terkenal akan Mangga Gedong Gincunya ini, tercatat masuk dalam 10 besar Mini Project terbaik Gapura Sapta Pesona (GSP) Tahun 2025 dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, serta meraih prestasi dalam Lomba Desa Tingkat Kabupaten dan Lomba Kebersihan Kabupaten Indramayu
Dengan semangat gotong royong dan inovasi tanpa henti, Desa Krasak membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menciptakan perubahan besar bagi masa depan generasi penerus.
(Diskominfo Indramayu/Nurpad)























