Kunker ke Kawasan Industri Losarang, Kang Dedi Mulyadi Tuntut Efisiensi Birokrasi dan Dorong Muntur Jadi Desa Berwawasan Bahasa Mandarin

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M. (Kang Dedi Mulyadi / KDM), melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke kawasan industri PT Wiratama Indramayu Perkasa (WIP) di Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jumat (16/10/2026).

Kedatangan KDM bersama rombongan disambut antusias oleh ratusan warga setempat. Hadir mendampingi dalam Kunker tersebut Bupati Indramayu Lucky Hakim, Camat Losarang Encep Ria Setiadi, S.E., M.Si., Kapolsek Losarang AKP H. Suhendi, S.H., M.H., Danramil 1611/Losarang Kapten Inf Waryadi, Kuwu Desa Muntur Tanuri, serta jajaran manajemen PT WIP dan PT Food Packaging Jaya (FPJ).

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal dan Inisiasi Desa Berwawasan Bahasa Mandarin

Dalam arahannya di hadapan jajaran pejabat daerah dan masyarakat, KDM menekankan pentingnya efisiensi birokrasi demi menjaga kemudahan berinvestasi serta memastikan dampak kesejahteraan nyata bagi warga sekitar kawasan industri.

KDM meminta agar pihak pengusaha tidak dibebani oleh birokrasi berlebihan maupun pengajuan proposal berulang dari lembaga-lembaga di tingkat desa.

Bacaan Lainnya

“Jangan bikin pusing pengusaha karena banyaknya lembaga di desa. Setiap lembaga membawa spanduk dan proposal, nanti investor pusing. Kita harus masuk ke wilayah manajemen modern,” tegas KDM.

Ia menegaskan bahwa keberadaan kawasan industri di Losarang harus memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal melalui sistem rekrutmen daring (online) yang transparan. Untuk menunjang Keterampilan SDM setempat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memfasilitasi pelatihan bahasa asing. Secara khusus, KDM menetapkan Desa Muntur sebagai salah satu pilot project Desa Berwawasan Bahasa Mandarin.

Komitmen Infrastruktur Jalan dan Bantuan Mesin Pengolah Sampah Rp1,5 Miliar

Selain penguatan SDM, KDM menyoroti pentingnya keandalan infrastruktur jalan serta pengelolaan lingkungan di desa-desa penyangga industri. Pemprov Jabar berkomitmen menyelaraskan anggaran bersama Pemkab Indramayu untuk menuntaskan perbaikan seluruh akses jalan di Desa Muntur.

Di bidang lingkungan hidup, Pemprov Jawa Barat siap memberikan stimulus pembiayaan fasilitas pengelolaan limbah berupa mesin pengolah sampah bernilai Rp1,5 miliar. Melalui teknologi terintegrasi ini, sampah dari Desa Muntur dan desa tetangga akan diolah menjadi briket ekonomis bernilai tambah.

Kunjungan kerja diakhiri dengan komitmen bersama antara Pemprov Jabar, Pemkab Indramayu, Pemerintah Desa Muntur, dan pihak korporasi untuk mewujudkan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh warga Kabupaten Indramayu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *