INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, merasa sangat dirugikan oleh beredarnya kabar bohong (hoaks ) yang menyebut dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Isu tersebut menyeret namanya dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Kabupaten Indramayu.
Kuasa hukum Syaefudin, Syamsul Bahri Siregar, menyatakan bahwa fitnah tersebut tidak hanya menyerang pribadi kliennya. Kabar tidak benar itu juga berpotensi merusak citra bersih Pemerintah Kabupaten Indramayu di mata masyarakat.
“Isu ini berkaitan langsung dengan kepercayaan publik. Jangan sampai citra Pemkab Indramayu terjun bebas akibat informasi liar,” tegas Syamsul Bahri Siregar di rumah dinas Wakil Bupati Indramayu, Jalan Kartini, Selasa (9/6/2026).
Gelar Konfirmasi Langsung ke Kejati Jabar
Sebagai langkah awal, tim kuasa hukum akan mendatangi Kantor Kejati Jawa Barat untuk melakukan konfirmasi formal. Syamsul menegaskan bahwa hingga hari ini, Syaefudin sama sekali belum pernah menerima surat pemberitahuan resmi apa pun terkait perubahan status hukumnya.
Pihaknya menyayangkan munculnya pemberitaan sepihak yang langsung menjustifikasi status tersangka tanpa dasar berkas yang valid.
“Jika terbukti isu tersebut tidak benar, kami akan menempuh mekanisme hukum lanjutan. Ini sudah sangat merugikan nama baik klien kami,” tambah Syamsul.
Syaefudin Dipastikan Selalu Kooperatif
Syamsul meminta masyarakat dan semua pihak untuk tidak mudah memercayai kabar yang belum jelas kebenarannya. Ia mengimbau media atau oknum tertentu untuk selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah dan melakukan cek fakta sebelum menyebarkan status hukum seseorang.
Syaefudin sendiri dipastikan sangat kooperatif sejak awal perkara ini bergulir:
- Hormati Hukum: Selalu hadir memenuhi setiap panggilan klarifikasi dari Kejati Jabar.
- Tidak Menghindar: Mengikuti seluruh prosedur pemeriksaan secara transparan.
- Gunakan Pendampingan: Didampingi tim hukum resmi dari awal guna memastikan proses berjalan sesuai aturan.
“Saya yang mendampingi beliau dari awal kasus ini bergulir juga merasa heran terhadap tindakan pihak yang sengaja menyebarkan isu miring ini,” pungkas Syamsul. ***























