Warga Desa Blaru Gruduk PT Gemilang Bumi Sarana 

0
173

Kediri, Faktaperistiwanews.co.id – Aktivitas penambangan di Desa Blaru Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Jawa Timur, kini pihak PT Gemilang Bumi Sarana pada Senin (23/8/21) telah menghentikan aktifitas penambangan yang sebelumnya berdialog antara warga dan penambang dengan kesepakatan untuk menghentikan aktifitasnya, dan segera menyelesaikan permasalahan ganti rugi tanamannya H Sair serta meratakan tanah yang sudah diseser.

Arifin Ketua Paguyuban kepada Awak Media menyampaikan, polemik ini sebenarnya sudah terjadi sejak Tahun 2017 yang mana lahan BBWS ini sudah menjadi sumber penghidupan 600 KK masyarakat Desa Blaru yang mayortas petani dan. buruh tani di lahan BBWS itu , apa jadi kalau lahan tersebut akan ditambang ? Pasti dampak ekonomi dan sosial akan memperburuk bagi warga yang menggantungkan penghidupan dari pertanian di lahan tersebut, ulas Arifin.

Arifin menambahkan, kedatangan warga ke lahan tersebut karena merasa geram dengan truck yang mengangkut material lewat jalan desa yang sebelumnya diminta untuk lewat tanggul ke Timur dan disamping itu, permasalahan ganti rugi tanamannya H Sair belum terselesaikan ,” ucapnya.

Dan Alhamdulillah , setelah dialog dengan penanggung jawab PT yang diwakili Dono bisa menemukan kesepakaan, bahwa PT Gimilang akan menghentikan aktifitas menambang dan segera menyelesaikan permasalahan terhadap warga, tentunya bisa menambang kalo bisa menunjukkan surat baru yang dari dinas terkait, karena ada catatan yaitu tentang Pemberhentian sementara izin usaha penambangan di DAS Kali Konto. Isi surat tersebut berbunyi “Selanjutnya diminta saudara (Penambang) melakukan sosialisasi dan konsolidasi dengan masyarakat dan perangkat desa tersebut sehingga tidak timbul gejolak sosial. Apabila masyarakat telah dapat menerima kegiatan penambangan yang dinyatakan dengan surat pernyataan dari Perangkat Desa mewakili masyarakat terdampak, maka saudara dapat melanjutkan kegiatan penambangan dimaksud dengan tetap memperhatikan kepentingan sosial, melibatkan masyarakat setempat dan keamanan lingkungan.” pungkasnya.

Dalam dialog antara PT Gemilang Bumi Sarana bersama Paguyuban Dono yang mewakili PT mengiyakan dan akan menghentikan aktifitas penambangannya sampai hak dan permasalahan dan sesuai aturan yg ada terselesaikan.

Masyarakat masih belum bisa menerima kedatangan PT. Gemilang Bumi Sarana karena akan merusak ekosistem dan warga akan kehilangan ekonominya, pungkas Aripin.( Bond )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here