Kabar Baik! Kabupaten Kediri Miliki Destinasi Wisata Baru, Panorama Lembah Krepyak di Desa Langenharjo

0
613

Kediri, faktaperistiwanews.co.id – Desa wisata adalah salah satu program yang sedang marak dilakukan oleh pemerintah desa. Apa lagi jika desa tersebut mempunyai lahan yang layak untuk membangun suatu tempat wisata. Sektor usaha pariwisata di pedesaan dinilai dapat mendorong pemulihan ekonomi karena terdampak pandemi Covid-19.

Contohnya seperti Desa Langenharjo, yang berada di Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri Jawa Timur, selain desa tersebut mempunyai lahan yang berpotensi untuk membangun tempat wisata, Kepala Desa Langenharjo dan warganya sangat sigap untuk membaca peluang yang ada di desanya itu.

Kepala Desa Langenharjo beserta Perangkat yang berkolaborasi dengan warga, kompak untuk membangun dan mengembangkan tempat wisata yang berkualitas di desanya, mengingat di desanya itu mempunyai peninggalan bersejarah yang harus dilestarikan, dan kebetulan Desa Langenharjo terletak berdekatan dengan Kampung Inggris.

Pada hari Kamis, (06/01/22) awak media Fakta Peristiwa berkunjung ke Kantor Desa Langenharjo untuk mewawancarai tentang tempat wisata yang ada di Desa Langenharjo kepada Drs. Slamet Suyono selaku Kepala Desa Langenharjo, respon Slamet Suyono sangat baik kepada awak media kami, sehingga awak media kami sempat diajak keliling untuk melihat lokasi wisata.

“Wisata ini dinamakan PANORAMA LEMBAH KREPYAK mas, letak wisata ini kurang lebih 500 meter dari Kantor Desa, asal mulanya tempat ini dulu sumber krepyak atau krepyak’an, disini juga ada situs patirtan, wisata ini sangat potensi mas, soalnya dekat sekali dengan wisata Candi Tegowangi dan Kampung Inggris,” terang Slamet Suyono.

Di wisata PANORAMA LEMBAH KREPYAK ini juga banyak wahana permainan, ada kolam renang anak, wisata air bebek-bebekan, spot photo, persewaan motor Trail atau ATV, bianglala dan masih banyak lagi, wisata ini juga disediakan alat pengaman buat para pengguna wahana, contohnya seperti pelampung badan, dan setiap wahana selalu diawasi oleh penjaga, sehingga para pengguna wahana bisa merasa aman.

“Untuk pengembangan tempat wisata ini kami juga berencana akan membangun kolam renang dewasa, pemancingan dan wahana-wahana lainnya mas, karena melihat dari potensi letak wisata yang ada di desa kami, yang kebetulan berdekatan dengan Kampung Inggris tentunya sangat sayang kalau tidak dimanfaatkan,” ucap Slamet Suyono.

Di tempat wisata ini juga dilengkapi oleh mini market yang dikelola oleh ibu-ibu PKK, warung-warung yang dikelola oleh warga, bale-bale yang dibuat untuk tempat singgah para pengunjung, dan kamar mandi yang bertaraf nasional. Karena belum diresmikan, pengelolaan yang ada di tempat wisata ini semuanya diserahkan kepada warga, yang disebut POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) dibimbing oleh Kasi PMD dan pendamping desa.

Slamet Suyono menerangkan, pembangunan tempat wisata ini sudah menelan anggaran sekitar 1,5 milyar lebih, dan Slamet Suyono juga mengatakan bahwa desanya adalah satu-satunya se-Karesidenan Kediri yang mendapat dukungan untuk POW-nya.

Dra. Mari Susiawati, MM. selaku Camat Plemahan juga sudah meninjau tempat wisata PANORAMA LEMBAH KREPYAK sambil menikmati wahana permainan yang ada di wisata tersebut.

Dengan pengembangan Desa Wisata, Kepala Desa Langenharjo bertujuan untuk membangun perekonomian yang ada di desanya, sehingga semua warganya bisa menikmati hasil dari tempat wisata PANORAMA LEMBAH KREPYAK.

Awak media juga sempat mewawancarai Mariyono, salah satu warga Langenharjo yang ada di lokasi wisata, dan juga sebagai pengelola tempat wisata tersebut.

“Alhamdulillah mas, warga sangat mendukung dengan adanya tempat wisata ini, yang biasanya warga gak jualan sekarang jadi jualan. Jadi sekarang banyak warga yang bermunculan mas, yang dulu gak pernah muncul sekarang jadi muncul, yang paling penting bisa menciptakan kerukunan antar warga mas,” kata Mariyono.

Dapat disimpulkan dengan program Desa Wisata dan pengembangan Desa Wisata, maka akan banyak elemen yang terlibat, sehingga pertumbuhan ekonomi yang ada di desa semakin meningkat. Ada solusi masalah pengangguran, dan pengentasan kemiskinan.

Diharapkan desa-desa lainnya juga melakukan dan mengembangkan program tersebut agar pertumbuhan ekonomi di masing-masing desa juga semakin baik. Bersambung…(AZ88)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini