BERMODALKAN IUP OP, DIREKTUR PT GEMILANG BUMI SARANA RAMPAS TANAH WARGA BLARU

0
167

Kediri, Faktaperistiwanews.co.id – Polemik pertambangan di Desa Blaru Kecamatan Badas Kabupaten Kediri hingga saat ini menjadi polemik yang berkepanjangan, yang timbul akibat arogansi dari direktur PT. GEMILANG BUMI SARANA melakukan pengerusakan tanaman yang dimiliki oleh warga Selorejo dan Ngampelrejo.

 

Hingga berita ini diturunkan persoalan di Desa Blaru belum juga selesai, maka kami mencoba mencari tahu dengan menemui aktifis Lingkungan Atis Prastowo, Kamis (19/8/21).

 

Menurut Atis Prastowo, warga yang menjadi korban atas perusakan lahan dan tanaman oleh direktur PT. GEMILANG BUMI SARANA harus mendapatkan keadilan, dan diselesaikan secara hukum yang berlaku, karena mereka merupakan pemegang Bezit atas tanah tersebut yang diatur di KUHPerdata pasal 529 ayat (1) berbunyi “Yang dimaksud dengan bezit adalah kedudukan menguasai atau menikmati suatu barang yang ada dalam kekuasaan seseorang secara pribadi atau dengan perantaraan orang lain, seakan – akan barang itu miliknya sendiri”.

 

Atis menambahkan, “Dan pemegang Bezit ini dilindungi secara hukum, maka seharusnya untuk kasus tersebut diatas diselesaikan di Pengadilan agar tidak menjadi preseden buruk, yang mengakibatkan perusahaan Tambang berbuat semaunya.” terang Atis Prastowo.

 

Di kediamannya, H Sair (72) kepada awak Media Fakta Peristiwa News menerangkan, awalnya tidak tahu kalau tanamannya padi dan kacang tanah yang sudah berusia 40 hari di seser dengan Backhoe oleh PT Gemilang Bumi Sarana, dan H Sair menghentikan jangan di seser tapi pihak PT Gemilang tidak menghiaraukan sambil ngomong nek gak terimo laporno ( Kalau tidak terima laporkan ), tutur H Sair.

 

H Sair berniat melanjutkan permasalahan ini ke ranah hukum dan H Sair menambahkan, bahwa dirinya pernah di datangi dari pihak PT Gimilang dengan nama Agus dengan maksud mau mengasih tanaman yang telah diseser dengan ganti rugi 3 juta rupiah, tapi dengan tegas saya menolaknya, tegas H Sair. ( bond )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here